Minggu, 22 Desember 2013

Ketauhidan dalam berbisnis

ilustrasi dari fineartamerica.com


            Pada dasarnya manusia, baik individu maupun kelompok, memiliki peran penting dalam perekonomian. Begitu pula dalam berbisnis, berbisnis merupakan salah satu bentuk untuk meningkatkan perekonomian dan memang berbisnis merupakan dasar dari perekonomian itu sendiri. Menurut Hughes dan Kapoor bisnis adalah suatu kegiatan individu yang terorganisis untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

            Suatu Negara bisa dikatakan maju bila kuantitas dan kualitas dalam berbisnya juga bagus, adalah negara China yang diramalkan menjadi poros dunia itu sendiri tidak terlepas dari kuantitas dan kualitas bisnis yang sangat bagus, bayangkan banyak sekali warga negara China bertebaran untuk berbisnis sampai hampir disetiap negara ada pecinan/china town yang memang dijadikan sebagai tempat berbisnis. Sedangakan di Indonesia jumlah pebisnis masih sangat sedikit hanya sekitar 1,26%  padahal untuk menjadi negara berkembang  Indonesia butuh sekitar 2%, oleh karena itu Indonesia masih butuh minimal 0,74% untuk menjadi negara berkembang.

            Perlu kita ketahui bersama kegiatan berbisnis juga dilakukan oleh para nabi-nabi terdahulu, seperti nabi Daud adalah seorang ahli pertenunan ( kain atau baju besi ), nabi Adam seorang petani, nabi Idris seorang tukang jahit begitupula dengan Rasullulah sebagai pebisnis yang ulung pada zamannya. Jadi seharusnya bagi umat islam kegiatan berbisnis merupakan salah satu tonggak utama dalam mencari nafkah karena dalam berbisnis sembilan dari sepuluh pintu rezeki dibuka untuk para pebisnis, jadi alangkah luarbiasanya kegiatan berbisnis.

            Sebagai umat islam sudah sangat dianjurkan sekali untuk berbisnis, nilai-nilai islam lah yang menjadi batasan-batasan dalam berbisnis itu sendiri. Salah satu nilai tersebut bisa dilihat dari ketauhidan dan ketauhidan merupakan aspek yang sangat mendasar dalam keberagamaan, dasar ini yang kemudian menjadi aspek penting dalam kehidupan. Tauhid adalah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (ibadah), Asma` dan Sifat-Nya. Dalam Asma dan sifat-Nya khususnya Allah memiliki sifat dan nama yang hanya dimiliki Allah semata, meskipun secara bahasa ada kesamaan dengan sifat yang dimiliki manusia atau secara umum makhluk yang di ciptakanNya. Sifat-sifat yang dimiliki manusia sangat terbatas sedangkan sifat yang dimiliki Allah tidak terbatas.

 Ini adalah dalil dimana Allah memiliki asma’ yang disebutkan dalam Al-Qur’an
“Allah tidak terbatas. Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan” (QS. al-A’raf/7 : 180).
            Salah satu sifat Allah adalah yang Maha Mengetahui ( Al-alimun ), bila satu sifat ini saja yang kita yakini benar-benar maka dalam urusan kegatan berbisnis akan berjalan dengan benar. Sebagaimana sikap ini sudah dikisahkan oleh orang-orang terdahulu seperti ketika seorang bernama Abdullah bin Umar, Abdurahman dan seorang pengembala kambing bertemu. Ketika Abdullah bin Umar dan Abdurahman sedang melakukan perjalanan panjang dan terjebak dalam panasnya gurun pasir, mereka berduapun bertemu dengan seorang pengembala kambing, setelah mengeluhkesahkan keadaan Abdullah bin Umar dan Abdurahman lantas langsung pengembala memeras susu kambingnya dan menyuguhi tamunya tersebut. Ketika hidangan susu sudah di habiskan karena panas yang menyengat, mereka berduapun membujuk untuk membeli kambing pengembala tersebut, namun sang pengembala menolak karena hanya mengembalakannya dan kambing tersebut bukan milik pengembala yang sesungguhnya, setelah beberapa lama menghasut pengembala hingga akhirnya pengembala tersebut geram dan mengucapkan “ Lantas dimana Allah?!” lalu kedua pengembara itu terpaku, hatinya merasakan sesuatu yang sejuk dan tampa sadar mereka berduapun menangis merasa malu karena mencoba menghasut pengembala tersebut.
            Dari cerita diatas terlihat bahwasannya ketauhidan sangat berpengaruh sekali dalam segala aspek kehidupan, bila semua mengimpletasikan kaidah-kaidah ketauhidan dalam kehidupan sehari-hari maka pada dasarnya tidak ada masalah dalam semua aspek kehidupan baik sosial, politik, ekonomi ataupun sains tekhnologi.
Ditulis oleh
Arief Hadi Prayoga, Kementrian Kewirausahaan


Daftar Pustaka

Sindonews.com
http://danusiri.dosen.unimus.ac.id/materi-kuliah/fk/macam2-tauhid/
Muhammad, H. (2005). Di Mana Allah?. Jakarta, Indonesia : Gema Insani
Alma, B., & Priansa, D, J. ( 2009 ). Manajemen Bisnis Syariah. Bandung, Indonesia : ALFABETA








Categories:

1 komentar:

  1. INGIN CEPAT JADI JUTAWAN YUK MARI GABUNG SEKARANG JUGA

    KharismaPokerMenjadiSitusBandarQOnlineTerprcayaIndonesia


    Promo yang diberikan :

    Minimal DP dan WD Rp. 20.000.
    Support bank lokal : BCA, BNI, BRI, MANDIRI, dan DANAMON.
    Bisa dimainkan di iPhone, Android, PC / Laptop.
    Online 24 jam setiap hari meskipun hari libur nasional.
    Memiliki link alternatif : KharismaPoker.net.
    CS nya banyak , jadi pelayanannya cepat.
    Bonus REFERRAL 20% setiap minggunya.
    Bonus CASHBACK 0,5% setiap minggunya.
    Contact resmi kharismaPoker :

    Telp :+85588278896
    BBM;dc7cdd80

    BalasHapus