Senin, 29 Februari 2016

Menimba Ilmu, IESC Kirim Tim Mengikuti TEMILREG 2016

Tim Temilreg 2016


             Pada tanggal 20-21 Februari 2016 yang lalu telah berlangsung Temu Ilmiah Regional FoSSEI Yogyakarta di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Tema yang di angkat dalam acara ini adalah “Peran Ekonomi Islam Dalam Mewujudkan Industri Pedesaan Yang Mandiri dan Kreatif”. Jika kita merujuk pada Undang-undang no 6 tahun 2014 tentang Desa tentu hal ini sangat menarik sebagai bahan diskusi bersama. Mengapa? Bayangkan berapa jumlah desa di Indonesia tentu ini bukanlah perkara yang mudah bagi pemerintah, namun hal ini patut kita apresiasi sebagai langkah yang baik agar potensi-potensi yang ada di desa dapat dikembangkan dengan baik sehingga mendorong perekonomian di desa dan meminimalkan tingkat urbanisasi.
            Acara ini di ramaikan dengan beberapa agenda di antaranya Islamic Economic Seminar, Serasehan FoSSEI Yogyakarta, Islamic Economic Olympiad, Islamic Economic Debate Competition, dan Islamic Economic Paper Competition. Alhamdulillah Islamic Economics Study Club mengirim delegasinya berjumlah tim olimp sebanyak 3 tim, tim debat sebanyak 1 tim, dan tim paper sebanyak 2 tim.
            Dalam Islamic Economic Seminar terdapat topik yang manarik dari salah satu pembicara yakni Bpk. Muh Rudi Nugroho, SE.,M.Sc dengan topik “Tinjauan Akademis Membangun Industri Kreatif Berbasis Desa”. Mengutip materi yang disampaikan beliau bahwa dalam menatap pelaksanaan UU Desa terbagi ke dalam tiga bagian yakni, 


            Dari tiga bagian tersebut Bpk. Rudi menyoroti pada bagian struktur dan kelembagaan, menurut beliau SDM di desa masih sangat memprihatinkan. Seperti di desanya di Klaten, beliau melihat dari keseluruhan perangkat desa hanya dua orang yang mampu mengoperasikan computer yakni sekretaris dan bendahara desa. Dalam paparan beliau terdapat beberapa Alokasi Dana Desa (ADD) Kab/Kota di Provinsi Se-Indonesia Tahun 2015 tampak alokasi terbesar pada Prov. Jawa Timur sebesar 3.243,16 M, disusul no dua Prov. Jawa Tengah sebesar 2.910,70 M, dan ketiga Prov. Jawa Barat sebesar 2.180,51 M. Hal ini bisa terjadi akibat beberapa faktor yang mendukung hal tersebut, namun Bpk. Rudi menilai belum adanya blueprint pendamping desa sehingga masing-masing desa berjalan dengan sendirinya. Ada cerita unik yang dipaparkan oleh beliau, bahwa ada di suatu desa karena bingung mengalokasikan dananya untuk apa, karena kondisi jalan yang sudah baik akhirnya mereka menghancurkan jalan tersebut dan membangunnya lagi. Jika kita lebih jauh berpikir apa tujuan dari UU Desa ini? Beliau memaparkan pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui : 


              Beliau menjelaskan sampai saat ini dana desa baru tercapai pada level 2 yakni pembangunan sarana dan prasarana desa. Namun tidak mutlak semua desa, ada juga desa yang sudah sampai pada level 3 namun tidak banyak seperti di Desa Kita Manding, Sabdodai, Bantul, Yogyakarta. artinya butuh relasi pendamping  dalam menggerakkan suatu desa tidak selalu soal dana namun seperti konsultan apakah itu bisnis, ekonomi, tata kota, arsitek, energi, dan lain sebagainya. Sebagai penutup kami mengutip paparan beliau terkait model-model pemberdayaan dan revitalisasi desa yakni : 

             Pada sesi terakhir delegasi IESC FE UII  yang terdiri dari Tim Olimp IESC 1 Muhilah Ashar, Fatma Nur Farida, dan Aldo Apriando. IESC 2 Alfi Roviah, Alana Sabila, dan Wilda Rahmadhani. IESC 3 Lulu Iqlima, M Syaiful Rohman, dan Milla Zahida. Untuk Tim Debat terdiri dari IESC A Tiyas Kurnia, Teguh Pengabdian, dan Muftah Marbaith Al Hamid. Sedangkan Tim Paper terdiri dari IESC 1 Farisa Nurin Sabrina, Meridhaeni M, dan Irma Sofiastuti. IESC 2 Linda Febi Arumdani, Sugeng, dan Novi Dwi Adianti. Alhamdulillah Tim Olimp IESC 1 masuk semifinal, peringkat 2 saat masuk babak final, dan ranking 4 setelah final. Untuk Tim Debat IESC A peringkat 9. Dan yang terakhir untuk Tim Paper berhasil masuk 10 besar. Pesan dari Presiden IESC FE UII sdri. Heti adalah untuk Temilreg 2016 IESC membawa segudang pengalaman, dan sudah menang di target masing-masing. Alhamdulillah...


0 komentar:

Posting Komentar