Jumat, 26 April 2013

Berbenah diri Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Umat



(Oleh: Zulhazzi Siregar, Staf Divisi Kajian IESC FE UII)

            Berbenah diri merupakan suatu hal yang baik dilakukan dalam Islam. Dalam artian yaitu hijrah dari hal yang buruk kepada hal yang baik, dari yang baik menuju hal yang lebih baik lagi. Sedangkan kemandirian merupakan kaidah penting dalam ekonomi islam. Artinya umat islam itu harus memiliki berbagai pengalaman, potensi/ qualitas serta sarana yang memungkinkannya mampu untuk beroperasi sendiri dan tanpa membutuhkan tenaga orang non islam guna untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan baik itu berbentuk material maupun non material.

            Sebagai ummat islam tidak hanya dituntut untuk paham tentang bidang agama islam saja, tapi dibidang lainnya sangatlah dibutuhkan, tekhnologi, ilmu alam, politik, ekonomi dan ekonomi islam dan lain sebagainya. Tentu tujuan dari semua harapan ini adalah untuk menjadikan ummat islam  mandiri secara finansial tanpa harus bergantung terhadap ummat lainnya.

            Tanpa kemandirian , ummat islam itu akan selalu di mainkan orang lain, diperbudak, dan dimanfaatkan untuk keperluan mereka dan juga islam tidak akan memiliki harga diri, padahal Allah sudah menetapkan harga diri itu kepada ummat islam. “ Harga diri itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasulnya, dan orang-orang yang beriman.”  Al- Munafiqun: 8).

            Ketika ummat islam masih mengandalkan produk-produk buatan non islam, maka susah bagi ummat islam itu sendiri untuk bangkit dan berdiri dari keterjatuhannya. Maka sungguh sangat disayangkan jika dibayangkan bahwa ummat islam yang dulu itu sangatlah jaya, memiliki ilmua- ilmuan yang handal dan betul- betul berkualitas baik itu bidang ekonomi, perpajakan, kedokteran, pertanian, pembangunan, serta spritualitasnya.

            Untuk memenuhi kebutuhan secara mandiri dan profesional beberapa hal ini perlu di ketahui bahwa 
1. Membuat perencanaan
Merancanakan matang- matang serta memprioritaskan hal yang paling urgen menurut diri masing-masing yang itu semua adalah untuk kemaslahatan kita serta orang- orang yang ada disekitar.

2. Mempersiapkan SDM yang berkualitas dan menempatkannya secara tepat
Untuk mempersiapkan SDM yang benar-benar bekualitas, ummat islam harus melakukan pembekalan dengan sistem pendidikan dan pelatihan secara kontinuitas. Disisi lain juga perlu diketahui bahwa hendaknya menempatkan sesuatu itu tepat pada tempatnya. Karena dikhawatirkan akan terjadi kehancuran.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya “ Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya “ (HR : Bukhori)
           
            Perlu diketahui bahwa islam sangat memperhatikan seluruh aspek kehidupan, baik itu ekonominya, politiknya dan lain sebagainya, bahkan hal yang kecil sekalipun diperhatikan.

3.  Mendayagunakan aset yang ada secara optimal
Islam adalah agama yang terbaik disisi Allah SWT. Perintah untuk memanfaatkan serta mendayagunakan sesuatu yang ada telah termaktub dalam Al-qur’an. Saat ini Aset alam, ekonomi yang kita miliki merupakan amanah dari Allah yang harus dijaga dan digunakan dengan sebaik-baiknya serta mensyukuri nikmat yang telah diberikan “ Alhamdulillah ”. rasululah mengingatkan akan kewajiban memanfaatkan segala sesuatu dan jangan membiarkannya terlantar dan tidak didayagunakan. “ lahan ditanami sesuatu yang berguna”.
Rasulullah SAW bersabda :
“ Barang siapa yang memiliki tanah, maka hendaklah menanaminya atau memberikan kepada saudaranya
 ( HR : Mutafaq ‘alaih).

Referensi:
            Masyarakat Berbasis Syariat Islam(II)/ Yusuf Al-Qardhawi; editor, Darsim Ermaya Imam Fajarudin, Susanti, Ratna.­­­—Solo : Era Intermedia, 2003

0 komentar:

Posting Komentar